Tujuan utama manusia di dunia yang fana
Assalamu'alaikum Sahabat, dunia hanyalah kesementaraan
yang manis kemilaunya sangat menggiurkan manusia. Duniapun merupakan hamparan
indah bagi setiap manusia, kebahagiaan dunia menjadikan nikmat anugerah karunia
semesta.
Tujuan kita hidup didunia ini hanya untuk beribadah
kepada Allah SWT, dari kehidupan kesementaraan ke kehidupan yang kekal abadi.
Contoh ; ketika orang bekerja diluar kota, luar kota disana kita ibaratkan
sebagai dunia. Tujuan disana hanya bekerja mengumpulkan uang untuk dibawa
pulang, begitupun kita didunia ini akan rugi jika tak membawa bekal untuk
kehidupan kekal nanti. Naudzubilahimindzalik.
Allah memerintahkan seluruh makhluknya tak lain hanya
untuk beribadah kepada-Nya.
Firman Allah SWT
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka menyembah-Ku"(56)
"Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari
mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi aku makan"(57)
"Sesungguhnya Allah, Dia-lah maha pemberi rizki
yang mempunyai kekuatan lagi sama kukuh." (Q.S. Az-Zariyat : 56,57,58)
Acap kali orang salah akan tafsiran ini, ada mereka
yang terus melakukan ibadah dengan itikaf di mesjid, berhari-hari di mesjid
sedangkan anak dan istri mereka kelaparan dirumah. Apakah itu ibadah yang Allah
harapkan? Tidak sahabat! Bukan seperti itu ataupun mereka yang sibuk bekerja,
siang hari sampai malam sampai anak terlupakan bahkan sholatpun di tinggalakan.
Apa seperti itu pula? Bukan dan bukan sama sekali justru kita sebagai umat
islam harus bisa membagi waktu terutama dalam ibadah kita karena pekerjaan
hanya sampingan dan hanya untuk duniawi saja maka hendaklah fokus pada tujuan
utama kita hidup didunia yang fana ini.
Ibadah itu berarti taat, patuh, tunduk dan
melaksanakan kewajiban. Sedangkan secara sara ibadah merupakan sebutan yang
mencakup seluruh aspek apa yang dicintai Allah SWT, baik berupa ucapan,
perbuatan yang dohir maupun yang batin. Dalam beribadah kita harus mempunyai
landasan beribadah, yaitu;
1. Cinta
2. Takut
3. Pengharapan
Ibadah, yaitu; perkara taufiqiyah adalah tidak ada
suatu bentuk ibadah yang tidak di syariatkan kecuali berdasarkan Al-qur'an dan
Sunnah. Apa yang tidak di syariatkan berarti bid'ah. Agar dapat diterima,
ibadah disyaratkan harus benar dan harus sah sesuai syar'I. Ibadah tidak bisa dikatakan
benar kecuali dengan 2 syarat, yaitu;
1. Dalam melaksanakan ibadah harus ikhlas
2. Dalam melaksanakan ibadah harus sesuai dengan
tuntunan Rasul SAW (I'tiba)
Hendaklah kita bercita-cita masuk surganya Allah SWT,
dan sangat ingin berjumpa dengan-Nya bahkan dengan Rasul tercinta pula. Tapi
jangan lupa setiap kenginan itu butuh pengorbanan. Jangan hanya asal bicara
tentang keinginan tapi jalan untuk mencapai keinginan itu tak di tempuh sama
sekali.
Firman Allah SWT;
Katakanlah;"Bahwa sesungguhnya aku ini hanya
seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku,'bahwa sesungguhnya
tuhan kamu itu adalah Tuhan yang maha esa.' Barang siapa mengharap perjumpaan
sengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya."(Al-kahfi : 110)
"Barang
siapa yang bersungguh-sungguh pasti ada jalan."
Salam Muslimah Sejati^_^
Wassalamu'alaikum
By; Luthfi
Salma Gozali
Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Tujuan Utama Manusia Didunia Yanag Fana. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih
Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Tujuan Utama Manusia Didunia Yanag Fana. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

iea tujuannya hanya liyabudun. gan. kita diciptakan hanya untuk bweibadah.
BalasHapus