Makna dari Lapadz Lailahaillallah


Makna dari Lapadz Lailahaillallah

Assalamu'alaikum Sahabat, kali ini anaa akan membahas tentang makna dari Lapadz Lailaha illalloh, yang mana sering kali kita dengar dan lantukan. Sayang dong kalo hanya tau bunyi dan Lapadznya aja tanpa makna dari Lapadz Lailahailalloh itu sendiri. Kita sebagai umat islam harus tau makna dari setiap kalimat thoyyibah yang salah satunya kita akan bahas sekarang.

"La illa Ha illalloH"
Mempunyai arti Tiada Tuhan kecuali Allah, lantas kenapa kata Allah tidak diterjemahkan dalam bahasa indonesia layaknya kata sebelumnya? Apa sahabat tau arti dari kata Allah sendiri?
Nah, kata Allah dilapadz Laillahaillalloh berarti Tuhan yang esa. Bukan Tuhan yang satu, karena satu mempunyai bilangan kelanjutan. Alangkah baiknya kita mengalih bahasakan seluruh Lapadznya dengan arti "Tiada Tuhan kecuali Tuhan yang maha esa."

Nurcholis majid mengatakan, "Tidak ada Tuhan selain tuhan." Dengan Penafsiran lain "Tuhan Kecil dan Tuhan besar." Tuhan besar mereka artikan sebagai Tuhan yang maha esa, dan tuhan kecil merupakan makhluk yang disangdingkan dengan tuhan. Dosen anaa mengambil conto tentang ketergantungannya remaja dengan Hp, Hp disana mereka jadikan tuhan. "Tanpa Hp apalah hidup ini, mending biaya nunggak dari pada tak punya Hp." Mungkin itu salah satu dari beberapa pemikiran remaja sampai-sampai mereka lupa akan adanya tuhan, semua kegiatannya terfokus pada Hp termasuk ibadahpun mereka tinggalkan, MasyaAllah! Semoga kita terhindar dari sikap seperti contoh diatas. Begitupun dengan memparasitkan diri pada pacar, saking sayang dan cinta sampai tak mau ditinggalkan kita rela memberikan segalanya sampai harga diripun banyak yang mereka berikan agar si doi tetep disamping, tapi sungguh itu adalah tipu daya. Hendaklah kita pacaran jika siiap dengan resiko putus atau berpisah suatu saat, bukan jadi korban. Tapi maksud dari pendapat Nurcholis Majid diatas "tidak ada yang patut disembah selain Allah."

Keutamaan Makna Lailahaillallah diriwayatkan dalam hadits,
"Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dengan esa-Nya tidak ada yang menyekutukan kepada Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul Allah dan sesungguhnya isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, surga itu hak, neraka itu hak, maka Allah memasukan orang tersebut kedalam surga berdasarkan amalnya. Makna Lapadz Lailallaillalloh tidak hanya sebatas ucapan saja, namun memiliki beberapa syarat pengucapan makna Lailahaillalloh, diantaranya;

1. Ilmu yang meniadakan kebodohan
Ilmu adalah mengetahui petunjuk dan hidayah berdasarkan dalil dan seseorang yang mengucapkan kalimat Lailahaillalloh tidaklah dianggap sah dan diterima disisi Allah ucapannya tersebut sampai dia mengetahui makna dan kandungan serta konsekuensi dari kalimat toyyibah yang satu ini.

2. Keyakinan yang meniadakan keraguan
Maka sebuah keharusan bagi seseorang yang mengucapkan kalimat Lailahaillallah untuk mengimani kebenaran makna dan segala bentuk konsekuensi dari kalimat tauhid dengan keimanan yang kuat dan kokoh bahwasannya tanpa keraguan sedikitpun, karena yang dinamakan iman tidaklah dikatakan sebagai iman kecuali diiringi dengan pengetahuan yang yakin tanpa sedikitpun keraguan dan prasangka.

3. Menerima dengan hati dan lisan yang meniadakan penolakan
Syarat ketiga yang wajib dipenuhi oleh seseorang yang mengucapkan Lapadz Lailahaillallah adalah menerima dengan lisan dan hati kebenaran makna dan segala bentuk konsekuensi dari lapadz Lailahaillallah, dan beriman bahwanya hal itu adalal sebuah kebenaran dan keadilan.

4.Ketundukan dan kepasrahan
Seluruh anggota badan terhadap lapadz tauhid dengan melaksanakan segala bentuk makna dan konsekuensi yang timbul dari Lapadz Lailahaillalloh.

5. Kejujuran yang meniadakan kebohongan
Ketika dia mengucapkan sesuai dengan apa yang ada dalam hatinya.

6. Ikhlas yang meniadakan syirik
Sudah menjadi sebuah keniscayaan bagi siapa saja yang mengucapkan Lapadz lailahaillallah untuk membersihkan segala amal sholih dan niatnya dari berbagai macam kotoran kesyirikan.

7. Cinta terhadap makna dan konsekuensi lapadz lailahaillallah
Sebuah keniscayaan bagi orang muslim untuk mencintai kalimat thoyyibah dan segala bentuk konsekuensinya, mencintai orang-orang yang bertauhid, yaitu; orang-orang yang mengamalkan dan meyakini makna dan konsekuensi kalimat toyyibah dan berkomitmen dengan syarat-syarat Lailahaillallah.

Kala itu anaa berdiskusi dengan sahabat anaa tentang perbandingan agama, permasalahanpun terjadi ketika agama lain menyebutkan mereka mempunyai tuhan. Tapi apakah Tuhan itu banyak seperti tuhan islam, kristen, budha, dll? Jika kita mengakui tuhan itu banyak, maka kita meyakini bahwa dzat tuhan itu banyak dan bukan pasti kita juga musyrik jika berpendapat seperti itu. Kemudian, muncul lagi pertanyaan Apakah dunia yang kita tempati ini rusak? Maka jawabnya, tidak! Sebab tuhan itu sama.
Artinya Tuhan itu adalah Dzat yang esa dan tidak ada banyak tuhan karena seluruh agama mempunyai satu tuhan yang esa. Hanya dalam pemanggilan saja kita berbeda-beda, tapi hakikatnya dialah tuhan yang esa, tuhan yang diakui seluruh agama. Sewajarnya orang mencari tuhan dengan segala dalil aqli dan naqli, tapi sungguh tanpa semua itu kita akan menemukan tuhan, secara logis dunia ini tak hancur karena adanya tuhan yang esa, bukan tuhan yang banyak karena jika lebih dari dua saja, maka perang pendapatpun akan saling berjatuhan dan menyebabkan dunia ini hancur.

"Perbedaan hanyalah dalam pemikiran tentang tuhan, bukan Tuhannya beda."-Fauz Noor
Salam Muslimah Sejati^_^

Wassalamu'alaikum


By; Luthfi Salma Gozali

Komentar