Keutamaan Berakhlaqul Karimah Kepada Orang tua
Assalamu'alaikum
Sahabat, pergi menuntut ilmu merupakan salah 1 ciri seseorang berbakti kepada
orangtua. Sebagai anak yang berbakti hendaklah kita menjalankan hak dan
kewajiban kita sebagai seorang anak kepada orangtua, karena Allah memberikan kepercayaan
orangtua kita untuk menuntut kita menjadi apa yang Allah perintahkan sebagai
titipannya.
"Ridhonya
Allah tergantung ridhonya orangtua kita dan murkanya Allahpun tergantung
Murkanya orangtua."(H.R. Tirmidzi
)
Apapun
halnya baik itu yang menurut penilaian kita baik belum tentu menurut orangtua
kita menilai baik dan jika mereka tak meridhoi maka Allahpun takan meridhoinya,
begitupun dengan murkanya Allah. Ketika kita mendapatkan Ridho orangtua ataupun
salah satu dari mereka maka Allah akan membukakan pintu surga baginya dan
sebaliknya jika kita membeci orangtua ataupun salah satunya maka Allah akan
membukakan pintu neraka baginya. Naudzubilahimindzalik!
Dalam
kitab Tanqihulkaol, dijelaskan bahwa ketika orangtua memanggil kita, sedang
kita dalam keadaan melaksanakan sholat sunat, maka kita wajib menjawabnya.
Sedang jika kita melaksanakan sholat wajib maka haram bagi kita menjawabnya. Dan
janganlah sekali-kali kita menyakiti orangtua ataupun salah satunya, karena
balasannya adalah api neraka. MasyaAllah!!
Contoh,
Di masa kenabian Nabi Muhammad saw, dulu ada seorang lelaki bernama Alqomah.
Dia seorang yang rajin dalam masalah ibadah shalat, puasa dan sedekah. Namun
suatu waktu dia jatuh sakit yang teramat parah, tepatnya dalam keadaan
sakaratul maut. Namun entah kenapa Alqomah yang taat itu kesulitan untuk
melafalkan kalimah “La ilaaha illallah”. Hingga sang istri
meminta tolong pada seseorang untuk menemui Rasulullah saw, untuk menyampaikan
pesan tentang keadaan suaminya pada Rasulullah saw. Nabi pun mengutus Bilal,
Ali, Salman dan Ammar r.a untuk datang ke rumah Alqomah. Di sana mereka
menyaksikan betapa Alqomah dalam keadaan yang memprihatikan. Mereka
bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang yang taat pada Allah dan Rasulnya itu
kesulitan dalam melafalkan kalimat “La ilaaha illallah”.
Lidah Al-Qomah seperti terkunci ketika akan melafalkan kalimat itu. Merasa
khawatir mereka kini mengutus Bilal untuk menyampaikan apa yang mereka saksikan
kepada Rasulullah.
Rasulullah
pun bertanya,
“Apakah Alqomah masih
memiliki ayah dan ibu?”
“Ayahnya sudah meninggal. Tapi dia masih memiliki seorang ibu yang
sudah renta,” jawab Bilal apa
adanya.
“Baiklah, temuilah ibu Alqomah. Aku titip salam untuknya. Jika dia
masih mampu berjalan dia bisa menghadapku, jika tidak bisa maka aku yang akan
ke sana.” Rasulullah
menitahkan itu pada Bilal. Sebagaimana yang dikatakan Rasulullah, Bilal
menyampaikan itu pada Ibu Alqomah tanpa menambah dan mengurangi.
“Lebih baik aku yang menemui Rasulullah,” ucap Ibu Alqomah.
Meski sedikitt tertatih-tatih dengan tongkat
sebagai penyangga, Ibu Alqomah menemui Rasulullah. Dia mengulukkan salam dan
langsung disambut Rasulullah.
“Jadi bisakan ibu menceritakan bagaimana keadaan Alqomah yang
sebenarnya? Kenapa dia nampak kesulitan melafalkan kalimat “La ilaahs illallah’, padahal setahu saya dia seorang hamba yang
rajin lagi taat.” Rasulullah meminta
penjelasan.
“Karena aku murka padanya, Rasulullah.”Ibu Alqomah menjawab.
“Adakah alasan kenapa engkau sampai murka?”
“Karena Alqomah sudah menyakitiku. Dia lebih mengutamakan istri
daripada ibunya. Dia berani mentangku demi menuruti keinginan istrinya.”
Rasululllah pun mengangguk-anggukkan kepala
tanda mengerti. Bahwa yang mengunci lidah Alqomah hingga tidak bisa melafaklan
kalimat “Laa ilaaha illallah” adalah karena murka dari ibunya sendiri.
Kemudian
Rasulullah memanggil Bilal. Menyuruh Bilal untuk meengumpulakn kayu
sebanyak-banyaknya untuk membakar tubuh Alqomah.
“Ya Rasululah, kenapa
engkau mau membakar putraku di depan mataku? Bagaimana perasaanku nanti?”
tanya Ibu Alqomah sedih. Yah, bagaimana pun seorang ibu mana bisa melihat
putranya di bakar di depan matanya sendiri.
wahai
Ibu Alqomah, sejatinya siska Alla nanti di akhirat akan lebih kejam. Segala
amal yang dilakukannya selama ini tidak dapat diterima oleh Allah karena terhalang
akan siksamu. Kebajikan yang dilakukan jadi tidak berguna dan tak bisa membantu
selamat dari api neraka..” Rasulullah menjelaskan.
“Jika engkau ingin
putramu selamat dari api neraka, engkau harus merelakan apa yang telah Alqomah
lakukan.”
“Baiklah Rasulullah,
aku akan memaafkan putraku. Aku sungguh tak sanggup mengetahui jika anakku akan
masuk neraka karena diriku.” Ibu Alqomah berucap
sungguh-sungguh. Rasulullah lalu memerintahkan Bilal untuk mengecek keadaan
Alqomah. Memastikan apakah Alqomah sudah bisa melafalkan kalimat “
Laa ilaaha Illallah’ atau belum. Karena jika sang ibu mengatakan semua itu
hanya karena malu bukan dari hati maka apapun bisa terjadi. Namun ternyata Ibu
Alqomah sungguh tulus telah memaafkan putranya. Karena ketika Bilal sampai di
pintu rumah Alqomah, dia mendengar Alqomah mengucapkan kalimat “Laa
ilaaha illallah”.
Bilal
lalu masuk dan memberitahu apa yang sebenarnya telah terjadi pada keadaan bilal
itu. Tentang lidah Alqomah yang terkunci tidak bisa mengucapkan kalimat
syahadat karena mendapat murka dari ibunya. Bahwa segala amal yang dilakukan
Alqomah tak dapat menolong karena murkanya seorang ibu pada anak. Dan hari itu
setelah ibunya memaafkan Alqomah, dia pun kembali kerahmatalullah. Dia lalu
dimandikan, dikafani dan di shalatkan oleh Rasulullah.
Setelah
dikuburkan Nabi Muhammad saw bersabda : “Wahai sahabat
muhajirin dan anshar, siapa yang mengutamakan istrinya daripada ibunya maka ia
terkena laknat Allah, Malaikat dan manusia semuanya, bahkan Allah tidak
menerima dari padanya ibadah fardu dan sunatnya. Kecuali jika bertaubat
benar-benar kepada Allah dan berbuat baik pada ibunya, dan minta kerelaannya,
sebab ridha Allah dikaitkan dengan ridha ibu, dan murkanya Allah juga di dalam
murka Allah.”
Ketika mendengar cerita alqomah, kadang
banyak sindiran bagi kita. Ntah itu yang sudah berumah tangga karena lebih
mengutamakan istri dibanding orangtua bagi suami, ataupun sahabat yang belum
menikah yang lebih sering mengabaikan perintah orangtua. Astagfirulloh
beristigfarlah kita wahai para pendosa!
Untuk menjadi anak yang sholeh dan sholehah
mari kita mulyakan orangtua kita, bukan memberikan harta yang mewah untuk
mereka tapi menjadikan mereka sukses mendidik titipan Allah. Semoga Orangtua
kita selalu mendapat Ridho dan petunjuk Allah SWT, amin ya rabb.
"Berikan
kecintaan sesungguhnya kepada orang-orang yang tepat tuk mendapatkannya."
Salam Muslimah Sejati^_^
Wassalamu'alaikum
By; Luthfi
Salma Gozali
Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Keutamaan Berakhlaqul Karimah Kepada Orang tua. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Ini dia syarat masus sorga. makasih gan udah mengingatkan yak...
BalasHapusmakasih sis udah berkunjung, sering update ya biar engga ketinggalan :D
Hapus