Jika esok kau meninggal, maka hilanglah kewajiban bertaubatmu.


Jika esok kau meninggal, maka hilanglah kewajiban bertaubatmu.

Assalamu'alaikum Sahabat, Dosa adalah neraka tak disapa. Mengurangi timbangan acap kali dilakukan oleh pedagang tak bertanggungjawab, hipnotis kini berkembang sebagai motif pencurian, pembunuhan sudah di cap kebiasaan yang tak mengenal dosa besar. Jika dosa berwujud dan berbau maka bagaimana nasib kita saat ini.

Tanpa dosa dia malaikat, tanpa pahala dia adalah setan. Ada keduanya berarti dia manusia, kita 'manusia tempatnya salah dan lupa.' Antara pahala dan dosa sama-sama berasal dari tingkahlaku. Sering kali kita ingkar pada Allah, sering meminta tanpa malu kepada Allah sedangkan perintahnya sering di tinggalkan, tapi Maha Suci Allah masih memberikan sehat kepada dia si pembunuh, si pencuri. Akankah kita terlena terus menerus tanpa ingat sang pencipta? Ingatlah sebelum semuanya terlambat, bertaubatlah.

Iman manusia kadang naik kadang turun, adakalanya ia dikuasi hawa nafsu. Tapi Allah maha penerima taubat dan maha pengampun,

Firman Allah SWT;
"Maka barang siapa bertaubat ( diantara pencuri-pencuri itu ) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang." ( Al - Maidah : 39)

Dalam obrolan kecil bareng temen anaa, dia pernah berkata "bahwa seseorang akan benar-benar bertaubat jika ia melakukan dosa yang sangat besar menurut dirinya."
Nah, dari sinilah pasti awalnya ada kata tobat sambel? Yak namanya juga sambel pasti pedes tapi karena doyan akhirnya nyolek lagi nyolek lagi, begitupun tobat sambel dia bertobat tapi selalu mengulangi kesalahannya. Pintu tobat masih terbuka bagi semua manusia, tidak hanya umat muslim saja seluruh manusia yang ingin bertobat ada jangka panjang untuk pintu taubat, yakni sampai nanti matahari terbit dari barat ( hari kiamat ) maka setelah kejadian itu pintu tobat baru akan ditutup.

Sabda Nabi Saw :
"Sesungguhnya Allah membukakan Tangan-Nya pada malam hari agar orang yang melakukan kejahatan di siang hari bertaubat hingga matahari terbit dari barat." ( H.R Muslim no. 2759)

Tobat nasuha adalah kembalinya diri kepada Allah dengan sungguh-sungguh niat dari hati terdalam. Dan harus dibarengi dengan syarat bertaubat, diantaranya;
1. Menyesal dengan perbuatan yang dilakukan.
2. Berhenti dari mengulangi kesalahan
3. Bertekad tak akan mengulanginya kembali
4. Mengembalikan kedzaliman kepada pemiliknya, atau meminta untuk dihalalkan.
5. Ikhlas
6. Menghiasi Diri dengan akhlakul karimah

Lalu bagaimana dengan mereka selain umat islam yang ingin bertobat dan masuk agama Allah karena menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya. Jika mereka memeluk agama Allah, maka akan digantikan semua kejahatannya dengan kebaikan dan mengampuninya dari segala dosa yang telah diperbuat dahulu.

Firman Allah;
"Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, jika mereka berhenti dari kekafiran-Nya niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu." (Al- Anfal : 38)

Orang kafir yang menjadi mualaf berarti setelah memeluk agama Allah maka ibarat bayi yang baru lahir tanpa dosa sedikitpun, walaupun umur mereka senja. Karena hidayah dari Allah bisa datang kapan saja, ntah itu ketika anak-anak. Dewas, orangtua sampai-sampai dalam keadaan sakaratul mautpun bisa saja datang. Maka dari itu kita sebagai umat muslim hendaklah mendoakan sanak saudara, teman kita yang non muslim dengan diberikan hidayah untuk kebenaran pedoman hidup, yaitu masuk agamanya Allah SWT.

"Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada kita semua."
Salam Muslim Sejati^_^

Wassalamu'alaikum


By; Luthfi Salma Gozali

Komentar