Hadits dan sunah sebagai pedoman hidup setelah al-qur'an


Hadits dan sunah sebagai pedoman hidup setelah al-qur'an

Assalamu'alaikum Sahabat, banyak sekali perbedaan pendapat setiap orang dan kebanyakan didasari pada ormas islam masing-masing, padahal mereka satu agama satu tujuan, hanya jalan mereka jadi berpecah belah sesuai ormas masing-masing, ada satu hadits yang mengatakan bahwa:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan.

Adapula yang mengatakan dirinya muslim tapi tak mengakui hadits dan sunnah nabi, hanya berpedoman pada Al-Qur'an dan mengatakan selain dari Al-Qur'an mereka tak mempercayainya. Jika seperti itu anaa jadi pengen nanya nii "bagaimana cara kalian sholat?" Apakah Al-qur'an menerangkan gerakan sholat? Sholat itu ketika rukuk harus begini, ketika sujud baca ini. Apakah ada ayat yang menerangkan gerakan sholat?
Sedangkan Nabi Bersabda ;
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga (di Surga).”

Hadits merupakan Teks, adalah perkataan, perbuatan dan pendiaman Rasul. Sedangkan, Sunnah merupakan Substansi dari Hadits, adalah segala sesuatu yang dinukilkan dari Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, pengajaran, sifat, kelakuan, perjalanan hidup baik sebelum Nabi menjadi Rasul ataupun sesudahnya Nabi dianggkat menjadi Rasul.

Contoh; pada gerakan sholat, Ketika itu Nabi menjadi imam dan para sahabat menjadi makmum dan pada gerakan takbirotulikhrom para sahabat berbeda-beda pada gerakannya. Tapi, Nabi tidak melarang dan tidak membolehkan. Maka disana termasuk Taqrir (pendiaman).

Makanya pada saat ini banyak orang yang mempunyai gerakan takbiratulikhram berbeda-beda sesuai ormas masing-masing, tapi apakah harus saling menyalahkan? Tidak! Sama sekali tidak. Ketika bacaan Qunut di permasalahkan setiap orang, katanya Qunut dalam Sholat itu wajib dilaksanakan tapi ada sebagian ormas yang menyatakan tidak diwajibkan dan tidak perlu memakai Qunut. Jadi mana yang benar dan mana yang salah? Cukuplah jadi jawaban bahwa yang salah itu orang yang tidak melaksanakan sholat subuh, begitupn dengan permasalahan rokaat dalam terawih, yang salah mereka yang tak melaksanakan sholat terawih.

Kebiasaan masyarakat diindonesia itu mempermasalahkan masalah yang hanya spele, dan masalah itu bisa sangat membesar. Mereka kebanyakan tahu akan hukum, tapi tak jarang dari mereka hanya mengabaikannya atas dasar terlalu mencintai dunia. Akibatnya, mereka bisa terjerumus oleh dirinya sendiri.

Dalam obrolan anaa dengan teman non islam, dia sering nanya "kenapa islam itu sering bermusuhan? Emang islam itu ada berapa? Kq dia berkerudung seperti itu kamu engga? Apa ada perbedaan? , katanya Tasik ini kota santri tapi saya kira bukan." Saking hebohnya kali yak sampai-sampai umat lainpun memperhatikan gerak-gerik kita umat islam. Jika tasik kota santri memang benar adanya, banyak pesantren di kota tasik tapi coba kita lihat mereka yang mondok, kebanyakan bukan orang pribumi tapi mereka orang luar kota yang sengaja datang ketasik untuk belajar dipesantren sambil mondok atau disebut dengan santri. Apakah kita ganti saja dengan Tasik kota Persantren, hehe.

Ketika kita memegang 1 hadits dalam permasalahan, hendaklah kita mengetahui keshahihan haits tersebut, karena hadits terbagi menjadi beberapa tingkatan, diantaranya; mutawatir, qudsy, shohih, dhoif , dll bahkan ada pula hadits palsu. Patokan hadits Shahih, mutawatir, dhoif, dll. Adalah Sanadnya dan matanya belum tentu.

Ketika kita mengadakan tahlialan, maulid nabi atau merayakan hari besar islam yang tak terdapat dalam Al-qur'an bahkan hadits Nabi, apakah itu disebut keluar dari ajaran islam? Bid'ahkah? Coba lihat contoh bid'ah dalam artikel sebelumnya.

Sebagai generasi islam, mari kita bangkitkan semangat jihad. Dimuali dari menyemangati diri sendiri kemudian mengajak orang lain, dan bersemangatlah dalam memperluas ilmu-ilmu yang sudah kau dapatkan karena ilmu yang kau dapat sebesar bola itu bisa jadi luasnya sebesar dunia.

"Hendaklah mengikuti Sunnah Nabi bukan Hadits Nabi"
Salam Muslimah Sejati^_^

Wassalamu'alaikum


By; Luthfi Salma Gozali




Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Hadits dan sunah sebagai pedoman hidup setelah al-qur'an. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar