Doa adalah jawaban dari segala tanya
Assalamu'alaikum
Sahabat, kepuasan manusia takan ada titik finishnya. Sehingga keserakahan
hampir menghampiri tiap manusia, dengan kata 'Modern' mereka seakan dilahirkan
kembali dengan gaya yang penuh modern, yang kekinian tanpa mengukur kemampuan
kita. Akhirnya mereka rela dengan segala cara agar hidup modern dan terjauh
dari kata kampungan, agar tak terjadi dikucilkan orang.
Firman
Allah;
"Berdoalah
kamu kepada-Ku, niscaya ku perkenankan doamu itu." (Q.S. Al-mu'min ; 60)
Doa
merupakan hal yang sangat gampang dilakukan setiap manusia, tak memerlukan
waktu yang lama tak memerlukan uang. Layaknya mereka berbelanja yang lupa waktu
dan memerlukan banyak uang. Kebanyakan orang akan berdoa ketika jarum kepuasan
mundur kearah kiri mencapai titik star, memohon dan meminta trus mereka lakukan
sampai jenuh dan akhirnya mereka menyadari doanya belum juga dikabul kemudian
mengutuk tuhannya. Sungguh Allah tak butuh belaan, seperti ketika Allah
dihinakan umat lain di status sosmed kemudian kita saling membela Allah
masing-masing, sama sekali Allah tak butuh itu. Malu kah kita kepada Allah SWT,
yang terus kita meminta dan memohon kepada-Nya sementara kita terus berdosa dan
sering mengingkari perintahNya? Astagfirulloh!
Doa
merupakan meminta, memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Lantas
sering kita melihat orang-orang berdoa dipemakaman, didalam mesjid, bahkan d
hadapan ka'bah. Apakah mereka berdoa menyembah makam? Mesjid? Ka'bah? Bukan
sahabat, bukan itu yang mereka sembah. Hakikatnya kita berdoa kepada Allah SWT,
seperti kiblatnya doa itu diatas, kemudian kita lihat orang jikalau sedang
berdoa pasti mengangkat tangannya, bukan berarti Allah ada diatas pula.
Sabda
Nabi SAW ;
"Keterangan
dari Salma r.a; Sabda Rasululloh saw. Sesungguhnya Allah, tuhan kamu sekalian
yang hidup yang berbelas kasihan tidak terbatas, merasakan malu oleh abdinya,
bila abdinya berdoa mengangkat tangan, kedua tangannya hampa tidak
diperhatikan." (Hadits dikeluarkan oleh lima ahli hadits kec. Nasai dan
hadits Shoheh, di sahkan oleh imam hakim)
Guru
anaa sering memarahi anaa ketidak setelah berdoa tangan yang diangkat kemudian
diturunkan ke semula tanpa menyapu muka terlebih dahulu. Awalnya anaa hanya
ingat kata 'taqlid' aja, tapi lama-lama kebiasaan sang gurupun menjadi penguruh
terhadap anaa, kemudian dengan penuh penasaran anaa nanya tu sama kakak senior,
beliaupun tak mengetahui. Satu kesempatan di ba'tsul masail waktu ramadhan anaa
nanya tu sama ustadz, tapi karena waktu tak memungkinkan pertanyaan anaa
ditunda oleh sipembawa acara, dengan hati hampa anaa ikhlaskan. Kemudian sang
pemateri memberikan pesan kepada si pembawa acara untuk mendapatkan jawaban itu
coba baca dalam bukunya K.H O Baedhowi 225 MASALAH jawaban Ahlusunnah
waljamaah, Sabda Nabi Saw;
"Keterangan
dari Umar r.a katanya sudah bukti kejadian Rasulullah saw, bilamana Rasulullah
saw, berdoa mengangkat tangan, kedua tangannya tidak dikembalikan kesemula
tetapi disapukan dahulu pada muda." (H.R.
Tirmidzi)
Jika
orang mencarai-cari kelemahan, itu merupakan hal yang mudah. Kebiasaan umat
islam bertemu dengan umat islam lagi sering memperdebatkan hal-hal yang
mengundang pada arah permusuhan, padahal tujuan kita sama. Janganlah kita
saling melemahkan apalagi sesama umat islam, karena akal manusia terbatas juga
ilmu tidak ada penutup.
Sabda
Nabi saw;
"Bilamana
islam dan islam berjumpa dua pedang, yang menang untuk bahan bakar neraka dan
yang kalah untuk dijadikan debunya." (H.R.
Bukhari)
Ada
beberpa waktu yang dianjurkan untuk berdoa, diantaranya ;
1.
Waktu membaca Al-qur'an
2.
Sesudah sholat fardu ( sholat lima waktu)
3.
Waktu melaksanakan ibadah haji
4.
Waktu berpuasa wajib (ramadhan) dan puasa sunnah
Adab
atau tata cara dalam berdoa;
1.
Menghadap kiblat
2.
Sebelum berdoa membaca basmalah, istigfar, hamdalah dan sterusnya membaca
shalawat untuk Rasul, keluarga serta sahabat-Nya
3.
Mengangkat kedua tangan ketika berdoa dan menyapu muka setelah berdoa
4.
Melembutkan suara serta tenang dalam berdoa
5.
Khusuk dan ikhlas
6.
Berharap doa diterima oleh Allah swt
7.
Berdoa diulang-ulang dilain waktu
8.
Ditutup dengan pujian dan sholawat kepada Allah swt.
Lalu
anaa pengen nanya kebiasaan doa yang tren saat ini, yaitu doa dalam status BBM,
twiter, Facebook dan media sosmed yang lain. Bolehkah? Kadang dengan candaan
anaa sering ngomen "emang tuhan punya Facebook? Hehe" menurut anaa
kegiatan seperti itu adalah amalan akhirat yang dijadikan amalan dunia. Banyak
sekali sisi negativenya, pertama mengundang belas kasihan oranglain, menjadikan
riya dalam beribadah, ingin dipuji orang, dan tanpa sadar mengumumkan aib diri
dan keluarga. So, berdoalah pada tempatnya.
Sebagai
umat islam, marilah saling mendoakan. Berdoa tak cukup jika tidak dibarengi dengan ikhtiar.
"Berdoalah layaknya mencari kepuasan manusia."
Salam
Muslimah Sejati^_^
Wassalamu'alaikum
By;
Luthfi Salma Gozali

Perbanyak baca & belajar "hukum mengusap wajah setelah berdoa"
BalasHapus