Beristinja dalam kitab sulamut taufik
Assalamu'alaikum Sahabat, kebersihan seseorang bisa
menggambarkan karakter seseorang. Bagaimana tidak, orang yang tak bisa melihat
keadaan kotor maka ia akan membersihkannya. Kalo kata remaja sii, rumah aja
dibersihkan apalagi dirinya. Hehe, terutama anak remaja laki-laki banyak sekali
kata-kata gombalnya, contoh seperti si doi mentang-mentang anak Ilmu
Pengetahuan Sosial dengan kata-katanya "soal rumit aja kami kerjakan
dengan baik, apalagi ngejalanin hubungan sama kamu."
"Kebersihan
merupakan sebagian dari iman."
Begitu
mungkin bunyi satu mahfudot, kenapa sebagian dari iman? Karena tanpa bersih
badan, pakaian, tempat maka kita tak bisa beribadah. Jika tak bisa beribadah
maka kita tak beriman. Hidup bersih itu sehat juga untuk tubuh kita, terutama
takan mendatangkan penyakit.
Istinja
atau bersuci dalam kita Sulamut Taufik, wajib berisntinja ( bersuci sesudah
buang air ) dari setiap benda berair yang keluar dari salah satu lubang
belakang atau depan selain mani, dengan air sampai bersih tempatnya, yaitu;
bekas najisnya hilang atau membersihkannya dengan tiga usapan atau lebih,
sampai tempatnya bersih meskipun masih berbekas atau dengan menggunakan suatu
benda yang suci dan keras tapi tidak dimuliakan seperti makanan, kertas tulisan
hukum syara' dan sebagainya yang dapat menyusut (menghilangkan) zat najis,
tanpa memindahkan najisnya yang belum kering.
Ketika
kita beristinja atau bersuci, ada beberapa hal yang mewajibkan kita untuk
beristinja atau bersuci dengan cara mandi. Hal-hal yang mewajibkan mandi ada
lima macam, yaitu;
1.
Keluar Mani
2.
Jima' (bersetubuh)
3.
Keluar darah haid
4.
Keluar darah nifas
5.
Sesudah melahirkan
Keluar
mani bagi laki-laki dan perempuan, disengaja ataupun tak disengaja maka wajib
hukumnya beristinja atau bersuci dengan cara mandi. Dan yang lima diatas tak
dapat dihindari karena semuanya merupakan wajib ain.
Fardhu
Mandi ada dua macam, yaitu;
1.
Niat menghilangkan hadas besar dan sebagiannya.
Misalnya
; niat mandi wajib
2.
Membasuh seluruh badan, kulit dan rambutnya walaupun tebal. Dan alat yang
digunakan adalah air.
Sebelum
kita bersuci, hendaklah kita mengetahui apa itu syarat-syarat beristinja atau
bersuci, yaitu;
1.
Beragama Islam
Wajib
beragama islam ketika bersuci, karena ini merupakan cara bersuci dalam ajaran
agama islam.
2.
Tamyiz
Tamyid
bisa di katakan sudah bisa membedakan mana yang benar dan salah atau disebut
dengan baligh.
3.
Tidak ada yang menghalangi sampainya air kepada anggota yang di cuci
Tidak
sah bagi mereka yang menggunakan kutek, atau cat. Bahkan sisik ikanpun jika
menempel pada kulit dan mempengaruhi datangnya air pada kulit maka itu tetap
tidak sah.
4.
Airnya harus dialirkan ke anggota bersuci, jika hanya dilap walaupun ke seluruh
anggo bersuci maka hal itu tidak termasuk dialirkan dan tidak mencukupi.
Hendaknya
air yang dipergunakan itu menyucikan, yakni; air itu tidak bercampur dengan
sesuatu yang dapat mengubah namanya, meskipun sesuatu itu suci, misalnya
bercampur dengan the, kopi, bahan sirup dan sebagainya, sehingga air itu
berubah nama menjadi air the, air kopi, sirup dan sebagainya. Jadi kalau ada
kejadian seperti ini ( 1 ) bercampur dengan minyak tanah dan sebagainya, tidak
apa-apa. Sebab, bisa dipisahkan. ( 2 ) berubah karena lumut atau tidak
mengalir, itupun tidak mengubah kesucian air, maka boleh dipakai untuk bersuci.
Hendaknya
air yang dipergunakan itu tidak berubah oleh najis, walaupun perubahannya
sedikit. Kalau air itu kurang dari dua kulah ( kurang lebih 216 liter), maka
ada tambahan syaratnya, yaitu; hendaknya tidak terkena oleh najis yang tidak
bisa di maafkan. Air yang digunakan untuk beristinja atau bersuci hendaknya
bukan air yang telah dipakai ( musta'mal) untuk menghilangkan hadats, atau
menghilangkan najis.
Barang
siapa yang tidak mendapatkan air atau kalau menggunkan air dapat menimbulkan
bahaya,misalnya ; orang yang berpenyakit kudis, patek dan sebagainya.
Naudzubilah! Maka tayamum bisa jadi cara untuk mensucikan diri. Dengan syarat
harus sudah masuk pada waktu shalat, dengan terlebih dahulu menghilangkan najis
pada badan dan mengetahui arag kiblat, bertayamum dengan menggunakan tanah
murni (tidak bercampur dengan tepung atau sebagainya), suci, serta yang
berdebu.
Cara
tayamum adalah menyapu muka dan kedua tangan secara tertib dengan dua kali
memindahkan debu, yaitu;
1.
Untuk muka
2.
Untuk menyapu kedua tangan Disertai niat untuk memperoleh kewenangan
mengerjakan shalat fardhu ketika memindahkannya dan menyapu permulaan mukanya.
Jadi,
beristinja atau bersuci adalah inti dari segalanya. Tak ada yang menjadi rumit
dalam agama islam, jangan mempersulit agar tak sembelit beragam cara bersucipun
dihadikan, mulai dari berwudhu bagi hadats kecil, mandi bagi hadats besar dan
tayamum bagi mereka yang tidak menemukan air dengan syarat tertentu dan bagi
mereka yang tak bisa menggunakan air untuk bersuci disebabkan akibat tertentu.
Bersucilah maka karaktermu akan suci pula!
"Akal yang sehat terlahir dari jiwa yang
sehat pula."
Salam
Muslimah Sejati^_^
Wassalamu'alaikum
By;
Luthfi Salma Gozali

Komentar
Posting Komentar