Pacaran Islami???



Pacaran Islami???

Assalamu’alaikum sahabat, pasti kita pernah merasakan indahnya jatuh cinta sampai-sampai tak ingat bahwa sebelum dia menjadi muhrim itu adalah maksiat.
Pacaran? Lov-lovan alias love-lovean, cinta-cintaan. Zaman sekarang sangat tren dari remaja bahkan anak-anak dan orangtua pun.  Kalo melihat sejarah mungkin pacaran bisa di sebut warisan nenek moyang. why??  coba kita liat kisahnya Nabi Adam dan Siti Hawa yang hendak mengembangkan keturunan .eiitsssss dari mana ceritanya.

Cinta kepada lawan jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia, sebab cinta yang mengantarkan keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Lantas bagaimana perspektif Pacaran dalam Islam?.
Pacaran bisa diartikan pertemuan 2 sejoli baik yang muda ataupun tua yang berkenalan hingga akhirnya menemukan kecocokan antara keduanya dan berencana membangun sebuah keluarga.
Alloh SWT. berfirman :
“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki danseorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi maha mengenal.”
Memang dalam islam tak pernah ada kata Pacaran, melainkan khitbah. Tapi apakah islam melarang pacaran?

Dalam diskusi dikelas dengan Dosen Ushul Fiqh menyatakan bahwa dia tak mengharamkan pacaran hanya saja jawabannya yang singkat “istafti qalbak” (bertanyalah pada hatimu).Secara singkat beliau memberikan contoh, ketika seorang laki-laki dewasa duduk berdua dengan wanita dewasa selagi dalam hatinya tak ada rasa suka, maka disana tidak ada takrob zinah.

Adapun dalam bukunya kang Fikri Habibulloh M. Tuhan, izinkan aku pacaran. Beliau menuliskan bahwa hukum pacaran boleh tetapi dengan syarat. Diantara syaratnya tidak boleh boleh berduaan, tidak boleh boncengan, tidak boleh memikirkannya, tidak boleh merindukannya ‘alias kangen binggow’, tidak boleh gandengan tangan apalagi menciumnya, tidak traktir-traktiran, tidak bicara dengan lemah lembut, tidak saling senyum, apalagi tatapan mesra, tidak SMS-an, tidak telpon-telponan, tidak saling kirim salam, tidak membicarakannya kepada oranglain, tidak mengobrol masalah pribadi, tidak boleh mencatat namanya dalam diary dan aurat tetap ditutup baik dihadapanya maupun oranglain 1 syarat terakhir dari kang Fikri Habibulloh M tidak boleh pacaran dibumi Allah, di bawah penguasaan Allah dan jangan memakai rezeki atau fasilitas yang dianugerahkan Allah.
Hmmmmm, serem juga yak kalo denger pendapat kang Fikri kira-kira masih berani pacaran? Hihi..

Pacaran itu sebenarnya boleh jika kita tahu apa artinya pacaran, permasalahannya hanya terletak pada tafsiran cara berpacaran. Jika berpacaran lebih banyak sisi negativenya lebih baik meninggalkannya karena survey banyak membuktikan mereka yang sering berpacaran sangat menyesali dan selalu iri kepada mereka yang sama sekali belum pernah pacaran.        
Mari bermawas diri untuk mencapai Ridhonya,

“This is the way of peace: Overcome evil with good, falsehood with truth, and hatred with love”-Peace Pilgrim.  salam Muslimah sejati ^_^

Wassalamu'alaikum..

By; Luthfi Salma Gozali    


Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Pacaran Islami . Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar

  1. Bahasanya reaL indo aja nduk, terus cantumkan sumber (Lebih2 firman Tuhan)

    BalasHapus

Posting Komentar