Menyelamatkan dirinya dari kesengsaraan dunia dan akhirat

Menyelamatkan diri dari kesengsaraan dunia dan akhirat.

Menyelamatkan dirinya dari kesengsaraan dunia dan akhirat

Assalamu'alaikum Sahabat, setiap diri kita pasti merasakan hidup yang penuh dengan warna-warni, adakalanya kita diatas dan dibawah perumpamaan itu ada karna adanya roda yang berputar menjadikan simbol hidup manusia.

Banyak orang yang mengeluh akan hidupnya, padahal Allah maha mengetahui atas apapun yang dialami makhluknya. Tapi seakan-akan mereka lupa dengan sang pencipta acap kali mereka marah pada pencipta, padahal bisa apa mereka tanpa-Nya. Naudzubilahimindzalik.
Kecintaan kita pada dunia seperti kayu bakar yang dilalap Api, seakan lupa dengan misi kita dibumi ini untuk mencapai visi, yaitu; surga.

Contohnya anak muda saat ini, banyak yang mengutamakan fashion dibanding tujuan mereka, bahkan tanpa melihat mampu atau tidaknya kita dalam meraihnya. Berbagai tas bermerek, baju bermerek, jam tangan, sepatu bahkan sampai rambutpun bisa kita ubah saat ini tak sampai ketinggalan operasi plastikpun sudah banyak terjadi di negara kita ini, yang kita semua tahu hukum merubah qodrat Allah SWT. Itu haram dan merupakan dosa besar, sungguh Allah menciptakan kita dengan sempurna. Hidup yang mancung mungkin cocok dengan warga India sana dan belum tentu kita cocok memilikinya, rambut pirang di amerika dengan kulit bule yang menghiasinya dan belum tentu cocok dengan kulit sawo matang kita. Banyak sekali mereka yang berpura-pura mampu dengan prinsip agar banyak dan diakui teman-temannya. Tapi sungguh semua itu merugikan, terutama diri sendiri seperti dalam artikel kemarin kita menjelaskan bahwa hidup dalam kepura-pura itu menyakiti diri sendiri. Bukan hanya diri sendiri bahkan orangtuapun merasa sakit, belum lagi hartanya sia-sia dan taukah sahabat operasi plastik itu memerluka perawatan jangka panjang, apakah perawatan itu tidak memakai uang? Jika orangtua kita kaya apakah kekayaan itu selamanya ada? Coba kita liat diparagraf awal tentang 'Roda'. Jangan pernah bangga dengan orangtua yang kaya, kaya itu adalah titipan.

Contoh lain para pejabat banyak yang jatuh terjerembab berurusan dengan pihak penegak hukum dinegeri ini, yang berakhir di depan meja hijau karena melakukan pelanggaran Undang-Undang Pemberantasan Korupsi dengan tuduhan telah memperkaya diri sendiri atau memperkaya orang lain sehingga menimbulkan kerugian Negara, atau ada pula yang dituduh telah menerima suap. Karena perbuatan orang-orang tersebut dianggap sebagai perbuatan yang melanggar Undang-Undang Negara maka jatuhlah ponis sekian tahun dalam kurungan penjara ditambah dengan denda serta mengembalikan atau menggantikan uang Negara yang telah mereka selewengkan. Akibat perbuatan yang telah mereka lakukan ujung-ujungnya sungguh sangat menyakitkan dan penderitaanlah yang dirasakan, tidak saja yang bersangkutan tetapi juga tentunya berimbas kepada keluarganya.

Islam telah sejak awal mewanti-wanti umatnya tentang cinta dunia dan takut mati, dimana karena kecintaann terhadap harta dan kemewahan dunia serta takut akan mati membuat banyak orang yang keliru dalam memandang tujuan hidu mereka sehinga mereka kehilanmganm arah dan oriuentasi hidup. Manusia kebanyakan tidak lagi mengenal tujuan hidupnya yang hakiki untuk mencari ridha Allah. Mereka tidak menyadari pada tugas hidupnya untuk mengabdikan diri kepada Allah ‘azza wa jalla.

firman Allah :
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."(QS. Adz-Dzaariya: 56 )

Shahih Muslim 4925: dari Abu Maslamah dia berkata; aku mendengar Abu Nadlrah bercerita dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepadamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Isarail adalah wanita." Sedangkan di dalam Hadits Ibnu Basyar menggunakan kalimat; 'liyandlur kaifa ta'malun.' (Kemudian Allah (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu).'

Kebanyakan manusia lebih memilih kemewahan dan harta dunia secara berlebihan, adalah mereka sangat cinta dengan dunianya, artinya mereka rakus sekali ingin mendapatnya dunia dengan mencari harta sampai melupakan Allah melupakan akhirat atau lupa mereka akan meninggal dunia, dan termasuk orang yang cinta akan dunia nya ialah mereka yang mengejar dunia tanpa memperdulikan lagi bagaimana cara mendapatkannya. Siapa orang yang bersifat demikian rupa maka dia berada dalam ancaman yang sangat pedih.

Dunia hanyalah kesementaraan dan hanya sekejap mata, jangan sampai kita terbuai dengan manisnya. Hendaklah kita hidup dalam kesederhanaan yang inshaAllah mendapatkan berkah Allah, dari pada kita hidup dengan penuh kepura-puraan. Jangan sampai kita celaka didunia dan akhirat. Naudzubillahimindzalik!

Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isro’: 27)

"Lebih baik jujur dengan rasa pahit"
Salam Muslimah Sejati^_^

 Wassalamu'alaikum

By; Luthfi Salma Gozali




Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Menyelamatkan Dirinya Dari Kesengsaraan Dunia Dan Akhirat. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar