Jangan pernah membohongi diri sendiri !!!


Jangan pernah membohongi diri sendiri !!!

Assalamu’alaikum Sahabat, siapa sii di dunia ini yang tak punya best friend, genk-genk an, grup-grupan, atau duduk bergerombolan. Hehe kayak zaman SMA aja, sampai-sampai ada pertikaian antara beberapa orang walau kadang hanya masalah pribadi bisa jadi masalah bersama karena mereka menganggap satu best friend itu satu keluarga. Ketika persaingan dimulai baik dalam prestasi atau apapun seakan-akan mereka menghalalkan berbagai cara untuk menjadi yang utama.

Mencari-cari kesalahan oranglain menjadikan satu jalan untuk mengangkat dirinya sendiri dihadapan orang lain. Berusaha mencela, mencaci, merendahkan. Dengan tujuan supaya dirinya dipandang hebat dihadapan oranglain. Ia tidak sadar bahwa dengan demikian telah membohongi dirinya sendiri karena tidak sanggup menerima hakikat yang ada pada dirinya.

Ahli falsafah mengatakan, bahwa seseorang tidak akan meninggi-ninggikan dirinya sendiri dan tidak akan berusaha menjatuhkan dan memburuk-burukkan nama orang lain, jika ia sendiri tidak merasa dirinya rendah.

Firman Allah swt:

“hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagiaan dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah sebahagian kamu mencaci sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang.” (Q.S. Al-Hujurat : 12)

Dalam bukunya Drs. Muhammad Isa, MA, Penawar jiwa dan pikiran. Untuk mencapai kejayaan dalam hidup, hendaklah setiap muslim jangan membodohi dirinya sendiri. Terimalah segala kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri sendiri itu sebagai suatu nikmat yang perlu disyukuri. Bukan harus menyalahkan orang lain, jika mendapatkan berbagai kelemahan dalam diri kita.

Membohongi diri sendiri berarti mentyembunyikan kekurangan diri sendiri. Tidak mau menerima kekurangan itu sebagai suatu kenyataan. Apakah arti ilmu pengetahuan dan kemhiran yang kita miliki itu kalau tidak memiliki kepribadian yang luhur. Karena didalam kepribadian yang luhur inilah akan tersimpan jiwa yang suci. Karena sangat mustahil orang akan hidup dalam kepura-puraannya.

Jika hidup dalam kepura-puraan, berarti telah membohongi dirinya sendiri. Pasti kepura-puraan itu tidak akan lama dan aka nada masanya orang lain akan mengetahuinya . jadilah manusia yang beriman yang memiliki sifat sabar serta tabah dalam menerima segala cobaan dan rintangan.

Bila kita mendapat cacian dan makian dari setiap usaha kita yang baik itu, maka berdoalah kepada Allah, semoga Allah memberikan petunjuk dan jalan yang benar kepada orang yang mencaci kita. Hingga bisa mengubah sikapnya dan menjalin hubungan persaudaraan. Kadang seorang teman yang sangat berarti bukanlah mereka yang ada selalu ada sisi tapi merka adalah orang yang selalu menyebut nama kita dalam doanya.   

Firman Allah swt:

“Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia menyimpang dari kebenaran.” (Q.S. An-Nisa : 135)

Cara lain untuk menghadapi cacian adalah menerimanya dengan keimanan yang teguh. Sebab bukan kita saja yang menerima cacian dan makian, para kekasih Allah pun menerimanya. Para nabi dan rasul menerima berbagai macam cacian dan makian dari kaum musyrikin kala itu yang tidak mau menerima kebenaran yang mereka bawa.

Untuk itu perihalah diri kita dari sesuatau yang dapat merusak iman kita, jangan mencaci maki, dan jangan dendam bila menerima cacian.

Firman Allah SWT:

“celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela.”
“Panggil setiap nama sahabatmu dalam doamu”  

Salam Muslimah Sejati^_^

Wassalamu’alaikum


By; Luthfi Salma Gozali




Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Jangan membohongi diri sendiri. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar