Bersyukurlah!!!


Bersyukurlah!!!

Assalamu'alaikum sahabat, saat mata berkedip, hidung bernafas, telinga mendengar, hidung mencium dan kulit merasakan itulah nikmat Allah yang selalu kita lupakan. Kadang hidup serasa milik sendiri, tak pernah memikirkan bahwa diatas langit ada langit sampai sombong menyapapun masih terbuai akan indahnya dunia.

Seperti pada zaman Rasul, siang itu Rasululloh sedang sholat berjamaaah di mesjid bersama para sahabat beliau, diantara sederetan sahabat yang makmum dibelakang Rasululloh nampak seorang tengah baya yang kusut rambutnya dengan berpakaian lusuh, ia dikenal sebagai sahabat Rasul yang tekun beribadah. Setelah Rasul menyelesaikan Sholat sahabat berpakaian lusuh itupun segera beranjak pulang tanpa membaca wirid dan berdoa, terlebih dahulu Rasul menegurnya. "Tsalabah!...mengapa engkau tergesa-gesa pulang, tidakkah engkau berdoa terlebih dahulu? Bukankah tergesa-gesa keluar dari mesjid adalah kebiasaan orang-orang munafik?". Tsalabah menghentikan langkahnya, ia sangat malu ditegur oleh Rasululloh. tetapi apa mau dikata, terpaksa ia berterus terang kepada Rasululloh. "Wahai Rasululloh..kami hanya memiliki sepasan pakaian untuk sholat dan saat ini istriku dirumah belum melaksanakan sholat karena menunggu pakaian yang aku kenakan kini. Pakaian yang hanya sepasang ini kami pergunakan sholat secara bergantian. Kami sangat miskin. Untuk itu, wahai Rasul jika engkau berkenan, doakanlah kami agar Allah menghilangkan semua kemiskinan kami dan memberi rezeki yang banyak. Rasulpun tersenyum mendengar penuturan Sahabat, lalu ia berkata Tsalabah sahabatku..., engkau dapat mensyukuri hartamu yang sedikit, itu lebih baik daripada engkau bergelimang harta tetapi engkau menjadi manusia yang kufur.

       Nasehat Rasulullah sedikit menghibur hati Tsalabah, karena sesungguhnya yang ada dalam benaknya adalah ia sudah bosan menjalani hidup yang serba kekurangan. Satu-satunya cara agar cepat menjadi kaya adalah memohon doa kepada Rasulullah, karena doa seorang utusan Allah pasti didengar Allah. Itulah yang selalu menjadi angan-angan Tsalabah, hingga keesokan harinya ia kembali menemui Rasulullah dan memohon agar beliau mau medoakannya agar menjadi orang kaya. Rasulullah kembali menasehati, Wahai Tsalabah.. Demi Dzat diriku berada di tanganNya. Seandainya aku memohon kepada Allah agar gunung Uhud menjadi emas, Allah pasti mengabulkan. Tetapi apa yang terjadi jika gunung Uhud benar-benar menjadi emas, masjid-masjid akan sepi!. Semua orang akan sibuk menumpuk kekayaan dari gunung itu! Aku khawatir jika engkau menjadi orang kaya, engkau akan lupa beribadah kepada Allah..

       Tsalabah terdiam mendengar nasehat Rasulullah namun dalam hatinya terkecamuk,Aku mengerti Rasulullah tidak mau mendoakan karena beliau sayang kepadaku. Beliau khawatir jika aku menjadi orang kaya, aku akan menjadi golongannya orang-orang yang kufur. Tetapi aku tidak seburuk itu, justru dengan kekayaan yang kumiliki aku akan membela agama ini dengan hartaku..." Akhirnya Tsalabah pulang. Ia merasa malu apabila terus memaksa Rasulullah agar mau mendoakannya. Namun keesokan harinya ia tidak kuasa menahan dorongan hatinya untuk segera terbebas dari belenggu kemiskinan yang kian menghimpitnya. Ditemuinya Rasulullah, ia memohon untuk yang ketiga kalinya agar Rasulullah mau mendoakannya. Kali ini Rasulullah tidak bisa menolak keinginan Tsalabah, beliau mengadahkan tangan ke langit... Ya Allah... Limpahkanlah rejekiMu kepada Tsalabah Kemudian Rasulullah memberikan kambing betina yang sedang bunting kepada Tsalabah. Peliharalah kambing ini baik-baik.... pesan Rasulullah.Tsalabah pulang membawa kambing pemberian Rasulullah dengan hati yang berbunga-bunga. Dengan modal kambing serta doa Rasulullah, aku yakin aku akan menjadi orang yang kaya raya”. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, Tsalabah yang dulu miskin dan lusuh telah berubah menjadi orang kaya yang terpandang. Kambingnya berjumlah ribuan. Disetiap lembah dan bukit terdapat kambing-kambing Tsalabah. Pagi itu Tsalabah berjalan-jalan meninjau kandang-kandang kambing yang sudah tidak sesuai dengan jumlah kambing yang terus berkembang biak.
      
Hmm.. Aku harus pindah dari sini, mencari lahan yang lebih luas untuk menampung kambing-kambingku...Akhirnya Tsalabah menemukan lahan yang luas di pinggiran madinah. Di sana ia membangun kandang-kandang  baru yang lebih besar. Namun demikian perkembangan kambing-kambing Tsalabah bagaikan air bah yang sulit di bendung. Kandang-kandang yang baru dibangun itu pun sudah penuh sesak oleh ribuan kambing. Dengan demikian setiap hari Tsalabah disibukkan mengurus harta kekayaannya. Ia yang dulu setiap sholat lima waktu selalu berjamaah di masjid, sekarang hanya datang ke masjid pada waktu sholat Dzuhur dan Ashar saja. Kini kandang-kandang yang baru dibangun Tsa labah di pinggiran Madinah sudah tidak lagi memenuhi syarat. Maka ia memutuskan untuk mencari area yang lebih luas lagi. Tentu saja area yang masih sangat luas itu berada jauh di luar Madinah. Tsalabah sudah tidak memikirkan lagi bagaimana ibadahnya bila jauh dari Madinah. Kepalanya sudah dipenuhi dengan hubbuddunya, hingga ia datang ke masjid hanya seminggu sekali yaitu pada waktu sholat Jumat. Dengan semakin derasnya harta yang mengalir dirumah Tsalabah, kini ia lebih senang tinggal dirumah daripada jauh-jauh datang ke masjid, bahkan sholat Jumat pun ia tidak datang ke masjid..! Sampai Rasulullah bertanya-tanya, Wahai sahabatku... sudah sekian lama Tsalabah tidak kelihatan di masjid. Tahukah kalian bagaimana keadaannya sekarang? Wahai Rasulullah... Tsalabah sudah menjadi orang kaya. Lembah-lembah di Madinah maupun diluar Madinah, telah penuh sesak dengan kambing-kambing Tsalabah..." Benarkah? Mengapa ia tidak pernah menyerahkan shodakohnya sedikitpun?

       Setelah Allah menurunkan ayat tentang kewajiban zakat. Rasulullah mengutus dua orang sahabat untuk menjadi amil zakat. Seluruh umat Islam di Madinah yang hartanya dipandang sudah nishob zakat didatangi, tak terkecuali Tsalabah pun mendapat giliran. Kedua utusan Rasulullah membacakan ayat zakat dihadapan Tsalabah. Kemudian setelah dihitung dari seluruh harta kekayaannya ternyata memang banyak harta Tsalabah yang harus diserahkan sebagai zakat. Tak disangka, Tsalabah mukanya berubah merah, ia berang... Apa-apaan ini! Kalian mengatakan ini zakat..! Tetapi menurutku ini lebih tepat disebut upeti! Pajak! Sejak kapan Rasulullah menarik upeti! Hahh..?! Aku bisa rugi! Kalian pulang saja. Aku tidak mau menyerahkan hartaku..! Kedua utusan Rasulullah kembali menghadap Rasulullah dan menceritakan semua perbuatan Tsalabah. Beliau bersedih telah kehilangan seorang sahabat yang dulu tekun beribadah ketika miskin namun setelah kaya ia telah terpengaruh dengan harta kekayaannya. Sungguh celaka Tsalabah! Celakalah ia!

       Kemudian Allah menurunkan ayat 75 dalam surat At Taubah, tentang ciri-ciri orang munafik. Ayat itu segera menyebar ke seluruh muslimin di Madinah, hingga ada salah seorang kerabat Tsalabah yang datang memberitahunya.. Celakalah engkau Tsalabah! Allah telah menurunkan ayat karena perbuatanmu! Tsalabah tertegun, ia baru sadar bahwa nafsu angkara murka telah lama memperbudaknya. Kini ia bergegas menghadap Rasulullah dengan membawa zakat dari seluruh hartanya. Namun Rasulullah tidak berkata apa-apa kecuali hanya sepatah kata, Sebab kedurhakaanmu, Allah melarangku untuk menerima zakatmu!
Rasulullah mengambil segenggam tanah lalu ditaburkan diatas kepala Tsalabah...Inilah perumpamaan amalanmu selama ini... sia-sia belaka! Aku telah perintahkan agar engkau menyerahkan zakat, tetapi engkau menolak. Celakalah engkau Tsalabah!

       Tsalabah berjalan lunglai kembali kerumahnya. Hari-hari dalam hidupnya hanya dipenuhi dengan penyesalan yang tiada arti. Sampai suatu hari terdengar kabar Rasulullah telah wafat, ia semakin bersedih karena taubatnya tidak diterima oleh Rasulullah hingga beliau wafat. Tsalabah mencoba mendatangi khalifah Abu Bakar sebagai pengganti Rasulullah. Ia datang dengan membawa zakatnya. Apakah Abu Bakar menerimanya? Abu Bakar hanya berkata, Rasulullah saja tidak mau menerima zakatmu, bagaimana mungkin aku menerima zakatmu?

       Demikian pula di jaman kekhalifahan Umar bin Khattab, Tsalabah mencoba menyerahkan zakatnya. Umar pun tidak mau menerima sebagaimana Rasulullah dan Abu Bakar tidak mau menerima zakatnya. Bahkan sampai khalifah Utsman bin Affan juga tidak mau menerima zakat Tsalabah karena Rasulullah, Abu Bakar dan Umar tidak mau menerima zakatnya. Kehidupan yang hina dan penuh kemurkaan Allah telah menimpa seorang sahabat Rasulullah yang telah tenggelam di dalam gelimang harta hingga menyeretnya ke lembah kemunafikan. Ia telah melalaikan kewajibannya. Ia telah mengingkari janji-janjinya. Ia telah melecehkan kemuliaan Allah dan RasulNya, sehingga membuahkan penderitaan yang kekal abadi di dalam neraka.

Betapa ruginya Tsa'labah yang kemudian langsung diberi azab didunia ini, sahabat bersyukur dengan segala nikmat itu adalah kunci dari segala hal. Percayalah setiap cobaan yang sahabat alami hanyalah sementara, karena kita hidup dalam kesementaraan. Kesementaraan ini harus kita jadikan sebagai ladang ibadah yang akan kita panen di akhirat kelak. Lalu apa arti dari syukur itu sendiri?

Menurut Kamus Arab Indonesia, kata syukur diambil dari kata syakara-yaskuru-syukran dan tasyakkara yang berarti mensyukuri-Nya, memuji-Nya . Syukur berasal dari kata syukuran yang berarti mengingat akan segala nikmat-Nya . Bila disebut kata asy-syukru, maka artinya ucapan terimakasih, syukranlaka artinya berterimakasih bagimu, asy-syukru artinya berterimakasih, asy-syakir artinya yang banyak berterima kasih. Menurut bahasa adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas segala nikmat-Nya, baik diekspresikan dengan lisan, dimantapkan dengan hati maupun dilaksanakan melalui perbuatan.

Sahabat, mulai dari saat ini marilah kita sering bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT terutama dari nikmat-nikmat kecil yang acap kali kita lupakan. Dan jangan pernah mengeluh atas hidup yang menurutmu kurang baik, karena rencana Allah lebih indah dari pada rencana hidup yang kita tata. Ingatlah selalu semua ini hanya kesementaraan untuk mencari bekal didunia yang kekal kemudian. Semoga kita termasuk orang yang beruntung. Amin Ya Rabb!!

Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita
Salam Muslimah Sejati ^_^

Wassalamu’alaikum


By; Luthfi Salma Gozali





Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Bersyukurlah!!!. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar