Al-Qur'an sebagai misi hidup manusia

Al-Qur'an sebagai misi hidup manusia


Al-Qur'an sebagai misi hidup manusia


Assalamu'alaikum Sahabat, setiap umat pasti memiliki pedoman hidup untuk menjalani hidupnya. Pedoman mereka jadian sebagai misi untuk mencapai visi, mengimaninya dengan penuh merupakan salah satu tanda orang bertakwa.

Dalam islam terbagi atas 2 bayan, yaitu;
1. Bayanul Qur'an
Dalam bayan ini terbagi atas 2, yaitu; Al-qur'an dan Sunnah.
2. Bayanul 'aqli
Dalam bayan ini terbagi atas beberapa, diantaranya ; ijma, qiyas, istihsan, istisham, saru man qoblana, hayatu sohabat, dll.

Kita sebagai umat islam mempunyai pedoman hidup atau petunjuk hidup atau cara (misi) melaksanakan kehidupan yang fana untuk mencapai tujuan (visi) ke surgaNya.
Al-qur'anlah pedoman kita, kitabnya umat islam dan wajib bagi kita mengimaninya dengan sepenuh hati. Tak ada keraguan kepada al-qur'an. Al-qur'an bukan hanya berlaku kemarin atau saat ini tapi al-qur'an berlaku sampai akhir zaman dan merupakan solusi untuk umat manusia.

Al Qur'an secara etimologi (bahasa) berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a - yaqra'u - qur'anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Konsep pemakaian kata tersebut dapat dijumpai pada salah satu surah al Qur'an yaitu pada surat al Qiyamah ayat 17 - 18.

"Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu." (Q.S. Al- Qiyamah, 17-18).

Sedangkan Al Qur'an secara terminologi (istilah islam) diartikan sebagai kalam Allah SWT, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat, disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah SWT sendiri dengan perantara malaikat jibril dan mambaca al Qur'an dinilai ibadah kepada Allah swt.

Al Qur'an adalah murni wahyu dari Allah swt, bukan dari hawa nafsu perkataan Nabi Muhammad saw. Al Qur'an memuat aturan-aturan kehidupan manusia di dunia. Al Qur'an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Di dalam al Qur'an terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Al Qur'an merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang.

Dalam Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir dari Al-Qur'an Al-Karim juz (28, 29, 30). Al-qur'an adalah kalamullah ( firman Allah). Keutamaannya atas segala perkataan seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya, membacanya adalah amalan yang paling utama dilakukan oleh lisan.
Sabda Nabi;
"Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-qur'an dan mengajarkannya." (Al-Bukhari)

"Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya." ( At-Tirmidzi)

Setiap orang membaca Al-qur'an dengan ikhlas karena Allah maka ia mendapatkan pahala. Namun pahala ini dilipat gandakan jika disertai dengan kehadiran hati, penghayatan dan pemahaman terhadap ayat yang dibaca. Maka satu huruf bisa dilipat gandakan pahalanya menjadi sepuluh kebaikan, bahkan tujuh ratus kali lipat.

Dalam Al-qur'an terdapat hukum Allah yang bersifat Universal. Lebih tepatnya ketika Al-qur'an mempunyai atau didalamnya terdapat hukum Allah itu menurut Tafsir.
"Khairun = universal"
"Ma'rufun = lokal"

Contoh lokal,
Ketika masyarakat sunda menerima tamu dengan cara rendah hati beda lagi dengan suku bahkan negara lain yang bisa jadi salah satu cara menerima tamu dengan saling meludahi.

Dalam satu diskusi tentang bid'ah, ada yang mengatakan tahlilan itu bid'ah atau memakai Hp itu bid'ah, kemudian sang pemateri bertanya "apakah anda membaca al-qur'an?" "Ya saya membacanya" jawab penanya, kemudian pemateri bertanya kembali "qur'an seperti apa yang anda baca?" "Al-qur'anul karim sambil memperlihatkan qur'an yang sehari-hari kita baca". Bid'ah itu jawab pemateri, karena qur'an zaman rasul tidak seperti qur'an saat ini yang kita baca. Dulu tak ada syakal, tak ada tajwid tak ada titik, hurufnyapun menyesuaikan seperti padang pasir. Nah, dari sana kita bertanya siapa yang menciptakan syakal, titik pada huruf hijahiya. Imam Abu Aswad Ad-duali adalah orang yang menciptakan titik pada huruf hijahiya, Iman Khalid Al-farohidi adalah orang yang membuat syakal dan muridnya Qais ibn jabbar kemudian Imam Abu Said Khosim adalah orang yang membuat Tajwid.

Sebenarnya ketika manusia hidup mencari Tuhan tanpa memiliki Rasul atau Nabi, tanpa Al-qur'an, mereka bisa menemukan Tuhan.
Contoh, ketika Tuhan kita tidak esa atau 2, ketika Tuhan yang 2 itu berbeda pendapat maka dunia ini akan cacat.

"Siapa yang kenal dirinya maka kenal Tuhannya"
Salam Muslimah Sejati ^_^

Wassalamu'alaikum


By; Luthfi Salma Gozali





Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Al-Qur'an sebagai misi hidup manusia. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar