Inikah Jatuh Cinta ??
Inikah Jatuh Cinta ??
Kubuka gordeng kamar dengan penuh
semangat!, yak hari ini hari yang ku nanti setelah sekian lama ku habiskan
untuk berlibur. Dimana waktu siang ku habiskan dengan teman dilengkapi
kewajiban seorang pelajar. Seragam putih
abu-abu ini akhirnya ku pakai, lembaran kertas baru kan ku mulai dari
sekarang!!
kini logo yang terpampang dibajuku
menandakan aku murid dari SMAN 1 Semarang, tak mau kalah dengan zaman sebelum
berangkat ke sekolah ku sempatkan diri untuk berselfie dengan seragam baruku,
hehe. Sampai akhirnya ku tak sadar jam menujukan pukul 6.45 draaaggghh mataku
seakan kabur melihat jam yang ku kenakan, akhirnya jarak 200 meter pun ku
tempuh dengan berlari. Yak memang jarak rumah ke tempat yang terjangkau oleh
angkutan umum sekitar 200 meter. Meja makan pagi ini tak ku sapa, mamah dan
papah pun hanya tertawa melihat tingkahku tak kalah mbok lastri (pembantu rumah
tanggaku) berlari mengejarku membawakan tas yang kutinggalkan “Cah ayu, iki lo
tas mu ketinggalan!!”, teriak mbok lastri. tambah ketawa aja tu mamah sama
papah. ‘Hiburan Pagi’ pikirku sambil ku tepuk jidatku.
Sampai juga akhirnya disekolah, ku
berlari kembali menaiki tangga untuk mencapai lantai 2 sampai terpampang sudah
tanda kelas IPA 2. Buiiihhhhh,ternyata belum ada guru yang masuk. Semua mata
tertuju padaku “Apa penampilanku rusak? Atau ada kotoran di wajahku?” kesalku
dalam hati. Tapi tak ingin ku lewatkan dengan kekesalan, ku tarik guratan
senyumku untuk kawan-kawan baruku. 5 menit berlalu aku habiskan untuk saling
berkenalan dan tak terasa kini sudah ada guru dikelasku. Beliau merupakan wali
kelas kami. “Assalamu’alaikum, selamat pagi dan selamat datang dikelas IPA
2, saya sebagai wali kelas akan
memperkenalkan diri nama saya Nida azkiya, pendidikan saya bla………….” Jelas guru
saya. “Rafka tsalisa Nugroho” absen guruku, “Hadir bu” semangat saya sambil ku
angkat tangan kananku. Yak, namaku Rafka Tsalisa Nugroho, nama yang diberikan
papah ‘Rafka’diambil dari nama temen papah yang dulunya sangat cerdas dan
berharap aku sepertinya kemudian ‘Tsalisah’ karena saya adalah anak ke tiga dan
yang terakhir ‘Nugroho’ nama belakang dari papah saya sendiri. Jam istirahat ku
habiskan mengelilingi sekolah bersama Yasmin, Nadira dan Rian. Ku pikir mereka
akan berteman dekat denganku. Saat waktunya pulang ternyata hujan turun, ku
tunggu angkutan umum dihalte depan sekolah. temen-temenku sudah mulai
mendapatkan angkutan umum, kini giliranku sendiri dan haripun mulai sore. Ku
lihat ponselku benar-benar mati, “Papah jemput aku!!!” inginku dalam hati. Jam
menunjukan pukul 16.40, suara motor ninja berhenti didepanku “Lagi apa dek?”
tanyanya. Kulihat orang tersebut masih mengenakan seragam sepertiku dan dari
logonya menunjukan satu sekolah denganku, “Lagi nunggu angkutan umum kak.”
Jawabku. “mau pulang kemana? Angkutan umum jam segini sudah jarang.” Jelasnya.
idih so’ tau banget pikirku, “iya makasih kak.” Tenangku. Dia pun pergi
meninggalkanku, ternyata omongannya bener-bener nyata tak ada satu angkutan
umum yang ku dapatkan. Dengan harapan kosong kuputuskan untuk berjalan kaki
‘berapa langkah lagi ku harus berjalan’ keluhku. “Gimana jadi numpang gak dek?”
duaar menghancurkan lamunanku, “Bener yak kak gak ada angkutan umum lagi,
makanya aku jalan kaki.” Jelasku, sambil dia memberikan helm aku berpikir ‘baik
gak yak dia? Apa culik?’ “jangan kebanyakan mikir, ayo naik. Dimana rumahmu?”
pintanya. “Perumahan Mega Recindence, Blok F No. 5.” Jawabku. Tenang sekali
pikirku, apa aku yang mulai bertanya? Atau seperti ini saja? Ahhhh bodo bodo
bodo, kenapa aku harus numpang siii. Hujanpun turun kembali dan lumayan cukup
deras, akhirnya di parkirkan motornya didepan toko yang sudah tutup. Dia
melepaskan jaketnya dan memakaikan pada badanku “Aku gapapa kak, udah kakak
pake aja.” Tolakku. Tapi dia tetap memakaikan jaketnya dibadanku, “Hayo naik,
hari mulai gelap. Nanti kamu kira aku menculikmu.” Candanya sambil tersenyum,
Senyum lebarku tak ku sadari sudah terpampang didepannya. Sampai juga didepan
rumahku, kulihat papah sudah menunggu didepan pintu. Terlihat senyuman dan
kekawatiran diwajahnya, “Pah..” sapaku. Tapi dia malah menyapa seniorku, “Masuk
dulu nak.” Pinta papah, “Makasih om, kayaknya lain kali aja.” Tolaknya. Tapi
papahku tak pernah melepaskan mangsanya, haha. Ditarik dia masuk kedalam rumah,
“Ka, mandi dulu sana, Mbok bawakan handuk dan kaos buat temennya Rafka.” Pinta papah rafka. “Njeh pak”. Jawab mbok lastri.
setelah beberapa saat ku lihat papah dan seniorku sedang mengobrol dan hendak
berpamitan, ku dekati mereka sambil ku ucapkan rasa terimakasih. “Hati-hati
dalam bergaul sayang.” Sambil mengahancurkan tataan rambutku.
Lagu jastin bieber- Love your self
pun membangunkan tidurku, langsung ku bawa handuk dan tak ada selfie sampai
lupa waktu seperti kemarin. Ku sambut mamah dan papah yang sudah menungguku di
meja makan lengkap dengan makanan favorit papah yang kian kali ku hindari tapi
apalah daya ku harus memakannya. “Pagi mah, pah” sambil ku cium keduanya, “Pagi
sayang, cowokmu gak jemput kamu ni?” ledek mamah, “cowok apaan sii mah, kemaren
tu Cuma kebetulan aja. Lagian aku gak tau namanya mah.” Jelasku. Ledekan mamah
semakin menjadi-jadi dan membuatku ingin cepet-cepet pergi. Sampai juga
disekolah, jam pertama adalah pelajaran bahasa inggris bisa dibilang pelajran
favoritkulah karena sewaktu SMP dulu sekolahku berbasis internasional yang
kesehariannya berbahasa inggris ditambah pelajaran ini termasuk pelajran yang
ada pada jam lesku. “tingtong…..” bunyi bel pun seakan memberikan kebebasan
dalam ruang, kulihat teman-temanku sudah mulai memberikan kode lapar. Ahhaha
dan tanpa basa-basi kita langsung pergi ke kantin. Kulihat dibangku sampingku
ada senior yang kemarin mengantarku pulang, ingin ku menyapanya tapi dia malah
mengabaikanku, Nanti saja pikirku. Kulihat dia bareng 2 temennya, salah satu
dari mereka ada yang datang ke meja kami dan ternyata dia meminta nomer hpku.
“Rafka Tsalisah Nugroho, nama yang cantik seperti orangnya boleh minta nomermu.
Kali-kali Mas antar pulang.” Pintanya, kupikir dia membaca nama di seragamku.
Ku lirik kakak senior yang mengantarku pulang kemarin berharap dia memberikan
respon, tapi dia tak melirikku sama sekali. “Ka..” panggil yasmin, “iya,
sory-sory. Maaf kak hpku lagi dibenerin mungkin lain kali.” Jawabku, “oke, mas
tunggu yak!” pamitnya. “Ciee Rafka, baru hari keberapa ini dah dapet gebetan
aja.” Rame nadira dan yasmin, tapi aku hanya diam dan seolah-olah menjadi
kesal. Jaket yang ku bawa di tanganku yang tadinya ingin ku kembalikan rasanya
akan ku batalkan saja. Ku ambil kembali jaket yang ku bawa, seakan-akan ingin
ku perlihatkan padanya.
Tingtong…! Bel pertanda habis jam
pelajaran, kulihat papah berada tak jauh dari gerbang sekolah sedang ngobrol dengan
senior yang kemarin. Kucium pipi papahku dan ku sambut seniorku seakan baru
menemuinya hari ini, dia sempat melihat jaket yang kubawa tapi sengaja ku
sembunyikan. Hehe, Rasain tu emangnya enak diabaikan kek di kantin tadi,
pikirku. Papah langsung berpamitan dengan seniorku karena harus mengantarkanku
ke tempat les. Ditempat les hanya senior
yang ku pikirkan, sampai-sampai materi yang disampaikan tak dapat ku serap sama
sekali. Dan sekarang yang menjemputku adalah keluargaku, yak! Mamah dan papah.
Ku berlari kearahnya sambil manja,ternyata mamah ikut karena aku sekarang tak
langsung pulang kerumah dan akan langsung berangkat ke bandung karena kakak
sulungku yang sudah menikah mengalami kecelakaan dan mau tak mau aku harus
ikut. Ku habiskan perjalanan ini dengan tidur sampai kota kembang sana. “Aku
yang dulu bukanlah yang sekarang…” sambil memainkan gitarnya pengemis itu
membangunkan istirahatku dan memang sekarang kami berada disalah satu lampu
merah di kota kembang ini.
Seminggu berlalu sampai akhirnya aku
sendirian pulang ke semarang karena mamah dan papah masih belum bisa
meninggalkan kakak yang masih belum pulang dari Rumah Sakit, rasanya sepi
sekali rumah tanpa mamah dan papah, Sampai akhirnya sarapan pagiku di temani
mbok lastri. Singkat cerita, jam istirahat ku tak melihat seniorku. “Ka,
kemaren kak Raffi nyariin kamu.” Kata yasmin. “kak Raffi?? Siapa?” bingungku,
itu lo kakak senior yang super ganteng dan kalem. Paling yang kemaren minta
nomerku, pikirku. “gak kenal aku.”
Tegasku. Jam pulangpun ku jalani dengan tak bersemangat karena tak ada lagi
papah yang mengantarku ke tempat les. Tak lama kemudian seniorku berjalan
sejajar bersamaku, “Kakak” senyumku!! “kangen yak??” Ejeknya, “jaketmu masih
dirumah kak, nanti ke rumah yak!” pintaku. “sekarang aja rafka….” Manjanya,
Ntah mulai kapan aku membuka hati dan merasa dekat dengannya, tapi seakan takut
kehilangan akupun mengimbangi perasaannya. “Aku ada les sekarang kak, anterin
aku yak, papah masih dibandung sama mamah…….” Belum beresku berbicara dia
memotong omonganku dengan menarik tanganku ke parkiran dimana motornya di
parkirkan.
Bersambung..
Tunggu kelanjutannya di Part II

Komentar
Posting Komentar