Pesantren itu keindahan yang nyata


Pesantren itu keindahan yang nyata

Assalamu'alaikum Sahabat, berkumpul dengan teman full day tidak menjadikan jiwa-jiwa mereka merasakan tenang dan bisa jadi tak ada tali kekeluargaan yang terjalin, yang mereka pikirkan hanya bagaimana menjalani aktivitas full day dan pelajaran yang mereka garap. Waktu istirahat memang ada, tapi tak seperti istirahat dirumah yang bebas tanpa waktu ketika lelah. Belajar seharian itu membosankan bukan membuat pintar tapi bisa jadi membuat stres pada siswa. Seperti kasus-kasus di korea sana, banyak sekali korban bunuh diri akibat pelajaran, mereka belajar full day bahkan di tambah privat dan ketika jenuh pelarian mereka adalah bunuh diri. Naudzubillahimindzalik!

Dunia pesantren, menurut anaa lebih baik untuk siswa di banding full day. Dan itu merupakan warisan negara kita sebelum datangnya kolonial belanda yang membangun sekolah-sekolah. Terbukti murid-muridnya tak seperti yang kita kawatirkan ketika mendengar full day, pesantren shalaf dan khalaf atau pesantren modern saat ini tak jauh kalah dengan sekolah-sekolah berbasis internasional disana, bahkan anak pesantren lebih multi dari pada mereka yang hanya sekolah. Mereka bertemu teman-temannya bukan full day bahkan 24 jam, dari bangun menguap sampai menguap akan tidur kembali. Dan malam-malam merekapun diisi dengan kajian islami, jika yang full day dipastikan ketika malam-malam mereka merasa lelah dengan aktivitas siang, tapi jika dipondok rasa lelahpun akan hilang karena kita bersama kawan, kawan yang saling menyemangati, kawan yang saling berbagi, kawan yang selalu ada saat mata hendak terbuka dan hendak tertutup.

Awal masuk pesantren memang  terasa berat, bahkan seminggu masih ada tangisan di wajah ini. Tapi percayalah dengan janji Allah dalam Al-Qur'an
"Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (At-Thalaq : 7)

diamnya kita dipesantren kita punya status Mardotilah dan akan rindu pulang, pulang dengan dirindukan keluarga juga diharapkan orangtua dan masyarakat menjadi orang yang berguna. Tak musti menjadi seorang ustadz ataupun ustadzah, cukup menjadi pemimpin diri sendiri dan lebih baik ilmu yang didapatkan diamalkan.

Pusat kedamaian yang paling berkesan adalah saat kita akan meninggalkan pondok dan teman, karena mereka kebanyakan orang luar kota yang sengaja mondok, jadi kesannya itu sangat susah tuk jumpa dan kenangan yang telah terjadi takan kembali lagi, dan rasa sayangpun akan meningkat hingga 99% dari pada sebelumnya. Dipesantren manapun tak ada orang yang akan merasa nyaman bahkan ingin selamanya mondok, itu sangat mustahil karena mereka yang bertahun-tahun mondokpun memaksakan dirinya bahagia sampai akhirnya mereka menerima ikhlas kenyataan. Kebahagiaan yang nyata itu bukan kebebasan, karena kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain.  Kebahagiaan yang nyata itu hakikatnya ada nama Allah SWT didalamnya.

Zaman sekarang sudah tak zamannya lagi orang  sekolah tak sambil mondok dipesantren sahabat, apalagi sampai tak pernah mengaji, setidaknya mengisi-ngisi pengajian dilingkungan. Karena orang yang bodoh dengan ilmu agama dialah yang celaka dalam hidupnya.

"Orang yang bahagia adalah orang yang tak pernah kita kenal, karena jika kita kenal kita akan memanjangkan waktu siangnya dan memendekan waktu malamnya"-Fauz Noor
Salam Muslimah Sejati^_^

Wassalamu’alaikum

By; Luthfi Salma Gozali





Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Pesantren itu keindahan yang nyata. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar