Belajar sekarang atau menyesal dikemudian hari

Belajar sekarang atau menyesal dikemudian hari


Assalamu'alaikum Sahabat, 2016 bukan lagi zamannya barter beras dengan sayuran ataupun kopi dengan kacang-kacangan, dizaman ini kebiasaan itu telak terganti dengan transaksi jual-beli. Yang dijual yak barang dan alat penebusnya adalah uang, tiap negara mempunyai mata uang yang berbeda-beda. Ada rupe, dolar, dinar, peso dan yang lainnya, begitu juga dengan negara kita mata uang rupiah. Sekarang ini perbandingan rupiah kalah jauh dengan dolar, sampai-sampai tak ada artinya lagi.

Pekerjaan merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan apa itu alat pemuas yaitu uang. Tapi kini 2016, tak ada pekerjaan yang gampang untuk didapatkan karena mereka hanya menerima pekerja yang berpendidikkan tinggi atau dengan kata lain jabatan. Tanpa jabatan apalagi mereka yang kurang berpengalaman bisa-bisa tak dapat kesempatan untuk bekerja. Maka dari itu pendidikkanlah yang menjadi kunci utama dari segalanya, pendidikkan merupakan wadah untuk membentuk karakter manusia, kewajiban menutut ilmu ini adalah wajib bagi setiap manusia, entah itu formal atau non formal. Wajib bagi umat islam menutut ilmu sesuai sabda nabi saw
"Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimat." (H.R. Ibnu Abdil Bari)

Menutut ilmu itu termasuk fardu, fardhu ain untuk mempelajari fiqh, akidah, al-qur'an hadits dan yang bersangkutan dengan agama. Begitupun fardu kipayah bagi kita mempelajari fisika, matematika, biologi, ilmu pengetahuan sosial dan lain-lain yang bersangkutan dengan ilmu umum.

Firman Allah;
"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al-Mujadilah : 11)

Pendidikan negara kita kini mewajibkan pendidikan sampai 12thn. Tapi tak jarang kita melihat mereka yang seharusnya menuntut ilmu malah hidup bebas tak sekolah dengan alasan tak ada biaya untuk bersekolah, entah memang kenyataan atau hanya alibi saja. Memang di negara kita pendidikan acap kali dijadikan bisnis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, persainganpun terus-terusan dilakukan. Jadi kebanyakan orang malu untuk masuk sekolah yang hanya biasa-biasa saja dibandingkan sekolah favorit padahal bagaimanapun sekolahnya hanya kita yang menentukan, tapi kini karena pekerjaan menuntut mutu yang berkualitas akhirnya mau tak mau mereka harus masuk sekolah favorit. Tak seperti negara lain yang pernah anaa dengar dari guru fisika waktu SMA ada satu negara yang mana para siswa akan sedih jika menjelang waktu pulang dari sekolah dan sekolah merekapun tidak ada favorit ataupun rendahan tapi mereka bersekolah disekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Coba bayangkan ketika pulang sekolah lebih dari 20menit, siswa-siswa pasti merasa jengkel pada gurunya. Apalagi kementrian sekarang yang menetapkan full day, aduuuuhhhh!

Kewajiban menuntut ilmu waktunya tidak ditentukan sebagaimana waktu dalam sholat, tetapi setiap ada kesempatan untuk menuntutnya, maka kita harus menuntut ilmu.
Kita takan berhasil menuntut ilmu tanpa 6 syarat, diantaranya ;
1. Cerdas
Sesuai sabda nabi
"Bahwasannya ilmu itu diperoleh melalui belajar." (Al-hadits)
Kadang kita mendengar 'dia pintar karena turunan dari ayah bundanya, tapi yang jadi masalah sekarang bagimana anak yang cerdas ( karena keturunan) tetapi tidak memiliki ketekunan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu, jawabnnya sudah pasti bahwa dia tidak akan menjadi orang pandai atau alim.
2. Rakus atau Tamak
Rakus adalah punya kemauan dan semangat untuk berusaha mencari ilmu.
Jika kita mempunyai sifat iri, maka letakankan sifat itu pada mereka yang sering menuntut ilmu.
3. Penuh perjuangan dan Sabar
Sabda nabi
"Bersabar adalah cahaya yang gilang gemilang." (H.R. Muslim)

Kita harus sabar diperjalanan, seperti ketika dipesantren contohnya.
4. Bekal (biaya)
Rasul menjanjikan kepada para penuntut ilmu
"Sesungguhnya Allah pasti mencukupkan rezeki bagi orang yang menuntut ilmu."

Bagaimana kita mau pintar jika guru atau tempat pendidikan yang kita dudukin kita dapatkan secara gratis? Guru juga manusia sama seperti kita, sama membutuhkan. Begitupun dengan tempat. Butuh proses agar tempat tersebut bisa berdiri sampai terpakai.
5. Bersahabat dengan guru
Guru pasti mencerminkan sifat yang mulia, maka dari itu guru bukanlah orang yang tak bisa dijadikan sahabat.
Imam Ali bin abi thalib berkata;
"Barang siapa mengajarkan kepadaku satu huruf, maka aku menjadikan hamba baginya."
6. Waktu yang lama
Selesaikanlah pendidikan itu sampai tuntas, jangan sampai berhenti di tengah jalan.
Imam syafi'I berkata
"Barang siapa yang tidak pernah merasakan pahitnya belajar meskipun sekejap. Dia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hayatnya, barang siapa yang ketinggalan belajar waktu mudanyam maka bertakbirlah 4kali ( shalat mayit) untuk wafatnya (kematian).
Menuntut ilmu sampai perguruan tinggi merupakan hal yang sangat ditakutkan warga kita, karena mereka membanyangkan apa yang namanya biaya, merasa tak mampu walaupun ada. Entah juga memang fakta atau hanya hoax lagi yang anaa perkirakan. Allah memberikan rezeki kepada mereka yang sedang menuntut ilmu, memang benar adanya tapi menuntut ilmu yang seperti apa yang Allah janjikan rezeki dalam perjalanannya. UNIKO adalah satu kata terfavorit dari remaja dalam suku sunda berati 'Usahana Nipu Kolot' atau usaha dalam membohohi orangtua. Ketika bayaran sekolah 500ribu mereka yang jauh di perantauan kadang melipat gandakan kepada orangtua mereka, dan karena yang namanya orangtua apalagi anaknya menuntut ilmu diluar kota yang khawatir tak makan, khawatir kuper, khawatir tak ada teman dan khawatir segalanya mereka langsung memberikan apa yang dimintai anaknya rela tak makan asalkan ada untuk anaknya. Semoga kita terjauh dari kebiasaan ini. Amin Ya Rabb

"Bertawadlulah seperti bintang yang jelas nampak terlihat di atas permukaan air, padahal ia berada di tempat yang tinggi. Dan janglah engkau seperti asap yang terus membumbung tinggi padahal ketika sampai diudara ia menghilang."- Ustadz Saiful Milal
Salam Muslimah Sejati^_^

Wassalamu'alaikum


By; Luthfi Salma Gozali

Komentar