Pacar sholeh, hah?


Pacar sholeh, hah?

Assalamu’alaikum sahabat, kalau pacaran sebagai ilmu pengetahuan maka pacaran harus memiliki syarat-syarat sebuah ilmu, obyektif, sistematis, metodis ataupun universal. Pletak, begitu mungkin bunyi kepala anaa saat dijitak oleh senior dipondok waktu pembelaan pacaran. Karena memang dipondok anaa dulu haram binggow tu pacaran bisa sampe botak buat rojul dan himar flexi( kerudung gede yang dicucinya setahun sekali saat turun masa jabatan, dan warnanya itu yang seperti warna warni flexi) buat mar’ah. Belum lagi sanksi di pajang depan santri-santriah ahhh paling berat deh pokok e.

Dalam obrolan singkat anaa dengan kakak tingkat dalam BBM hehe, beliau baru update PM tu “pengen pacaran sama anak Sholeh”, dengan lagak iseng anaa komen tu PM ‘Lah, emang anak sholeh pacaran? :p”. “yak tergantunglah ma, gimana tingkatan Sholehnya. Akakaka” iseng dia pula. Lama kelamaaan percakapan singkat  ini tetap ada dalam Tanya dipikiran anaa, celetuk komentar anaa pun seakan berarti sekarang.

Sahabat pasti taukan apa itu sholeh? Yak, kata itu berasal dari bahasa arab yang artinya baik. Lalu apa dan bagaimana orang sholeh itu?. Salah satunya adalah sholeh salimul Aqidah artinya keimanan yang lurus atau kokoh. Apabila imannya kuat maka inshaAllah amaliyah keseharianpun akan konsisten (istiqomah), tahan uji dan handal. Dan selalu teringat firman Allah SWT. dalam surah al-mujadalah 58;7

“Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi? Tiada pembicaraan rahasian antara 3 orang, melainkan Dia-lah yang ke empat. Dan tiada pembicaan antara lima orang melainkan Dia-lah yang keenam.dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka dimanapun mereka berada, kemudian dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”

Dan apakah mereka(orang sholeh) benar-benar akan pacaran? Jika memang cinta itu fitrah manusia apakah cinta hanya disalurkan hanya lewat pacaran? Kita sebagai umat moeslim ingatlah selalu bahwa dalam agama kita ada yang disebut apa itu Khitbah.

Dalam buku guru kita semua M. Quraish Shihab pengantin Al-qur’an, sebelum sampai ke jenjang perkawinan ada satu tahapan/kegiatan yang diatur oleh agama. Yaitu, khitbah (pinangan) atau “masa pacaran”. Untuk itu dianjurkan kepada setiap calon suami untuk ‘melihat’ calon istrinya (dan tentu demikian pula sebaliknya) Nabi saw. bersabda “Lihatlah calon istrimu, karena ia (melihatnya) akan mengundang kelanggengan hubungan kalian berdua.” Ini bukan berarti bahwa “pacaran” dalam pengertian sebagian anak-anak muda sekarang dibolehkan agama. Tidak dan sekali lagi tidak! Kalaupun ada pacaran yang diperbolehkan agama, maka pacaran yang dimaksud adalah dalam pengertian “teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan batin, untuk menjadi tunangan dan kemudian istri”. Pacaran yang dibenarkan adalah yang ‘hanya‘ merupakan sikap batin. Bukan yang dipahami sementara orang, khususnya remaja sekarang. Yakni sikap batin yang disusul dengan tingkah laku, berdua-duaan, saling memegang dan seterusnya.

Nah sahabat jadi pacaran itu hanya merupakan sikaap btin, sekali lagi hanya sikap batin titik. Tiadalah jadi ayah-bunda, umi-abi, sebelum ada akad pernikahan.

makhluk, termasuk manusia remaja atau dewasa, dianugerahi oleh Tuhan rasa cinta kepada lawan seksnya (Q.s. Ali ‘imron 3;14) atas dasar itu agamanya tidak menghalangi pacaran hanya mengarahkan dan mebuat pagar-pagar agar tidak terjadi “kecelakaan”.”
Salam Muslimah Sejati ^_^

Wassalamu’alaikum

By; Luthfi Salma Gozali             



Baik mungkin itu saja postingan kali ini tentang Pacar sholeh, hah?. Jangan lupa Share dan komentarnya apabila ada saran atau masukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima Kasih

Komentar

  1. Orang yang sholeh dan sholehah gak mngkin pacaran kan ya :)

    BalasHapus
  2. bener banget mbak :)jadi buang jauh2 deh kata-kata "gak pacaran gak tren" hihi..

    BalasHapus
  3. KeIMANan yang menjadi PEMBEDA....
    akhi & ukhti termasuk SOLEH & SOLEHAH....

    BalasHapus
  4. amin ya rabb, kebaikan untuk kita semua :)

    BalasHapus

Posting Komentar